Kamis, 25 September 2014

Jelang lahirnya Nabi Muhammad SAW

Masyarakat di Makkah dan bangsa Arab selalu membicarakan, kedatangan Nabi yang ditunggu-tunggu sudah semakin dekat.
Para pendeta Yahudi dan Nasrani, serta peramal-peramal Arab selalu membicarakannya.
Dan Alloh swt telah mengabulkan do’a Nabi Ibrohim as. Yang diabadikan dalam al-Qur’an:


رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولا مِنْهُمْ
“Tuhan kami, utuslah bagi mereka seorang Rosul dari kalangan mereka.” (QS. Al-Baqoroh: 129).

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
"Ya Rabb-kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (Al-Qur'an) dan hikmah serta mensucikan mereka. Sesungguhnya, Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." – (QS.Al-Baqoroh:129)

Dan terwujudlah kabar gembira dari Nabi Isa as.



وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ
“Dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rosul yang akan datang sesudahku, namanya Ahmad (Muhammad).” (QS. As-shof : 6).

Hingga pada malam detik-detik menggembirakan bagi semesta akan lahirannya bayi suci yang kedatangannya dinantikan seluruh makhluk, Aminah tidak pernah merasa letih atau pun kepayahan.
Syihabuddin Ahmad bin Hajar Al-Haitami Asy-Syafi’i di kitabnya An-Ni’matul Kubro ‘Alal ‘Aalam menyebutkan:
Pada bulan kesembilan kehamilan Sayyidah Aminah (bulan Robi’ul-Awwal), saat kelahiran Nabi Muhammad saw sudah semakin dekat, Alloh swt semakin melimpahkan berbagai macam anugerahnya kepada Sayyidah Aminah. Mulai malam tanggal satu hingga malam tanggal 12 Bulan Robi’ul Awwal hingga malam kelahiran Rosululloh Muhammad saw,
Pada malam tanggal 1 Alloh swt melimpahkan segala kedamaian dan ketentraman yang luar biasa kepada Sayyidah Aminah, sehingga beliau merasakan ketenangan dan kesejukan jiwa yang belum pernah dirasakan sebelumnya.
Pada malam tanggal 2 datang seruan berita gembira kepadanya bahwa sebentar lagi dirinya akan mendapati anugerah agung yang luar biasa dari Alloh swt.
Pada malam tanggal 3 datang seruan memanggil kepadanya:
”Wahai Aminah, sudah dekat saatnya Engkau akan melahirkan Nabi agung Rosululloh Muhammad saw yang senantiasa memuji dan bersyukur kepada Alloh swt.”
Pada malam tanggal 4 Sayyidah Aminah mendengar beraneka ragam tasbih para malaikat secara nyata dan sangat jelas sekali.
Pada malam tanggal 5 Sayyidah Aminah mimpi bertemu dengan Nabiyyulloh Ibrohim as Kholilulloh.
Pada malam tanggal 6 Sayyidah Aminah melihat cahaya Rosululloh saw memenuhi segala penjuru alam semesta.
Pada malam tanggal 7 Sayyidah Aminah melihat para malaikat silih berganti saling berdatangan mengunjungi kediamannya membawa kabar gembira, sehingga kebahagiaan dan kedamaiannya semakin memuncak.
Pada malam tanggal 8 Sayyidah Aminah mendengar seruan memanggil dimana-mana, suara tersebut sangat jelas mengumandangkan:
”Berbahagialah wahai seluruh penghuni alam semesta, telah dekat saat kelahiran Nabi agung kekasih Alloh swt Pencipta alam semesta.
Pada malam tanggal 9 Alloh swt semakin mengucurkan limpahan belas kasih sayangnya kepada Sayyidah Aminah, sehingga tidak ada sedikitpun rasa sedih, susah atau sakit dalam diri dan jiwa Sayyidah Aminah.
Pada malam tanggal 10 Sayyidah Aminah melihat tanah Khoif dan Mina ikut bergembira ria menyambut kelahiran Nabi Muhammad saw.
Pada malam tanggal 11 Sayyidah Aminah melihat seluruh penghuni langit dan bumi ikut bersuka cita menyongsong kelahiran Nabi Muhammad saw.
Maka, pada malam 12 Bulan Robi’ul-Awwal, langit dalam keadaan cerah tanpa ada mendung sedikitpun, saat itu Abdul Mutholib sedang bermunajat kepada Alloh swt di sekitar Ka’bah, dan Sayyidah Aminah sendirian di rumah, tanpa ada seorangpun yang menemaninya.
Tiba-tiba Sayyidah Aminah melihat tiang rumahnya terbelah, dan perlahanan-lahan muncul empat wanita yang sangat anggun nan cantik jelita, diliputi cahaya yang memancar berkilauan disertai semerbak harum wewangian memenuhi seluruh ruangan.
Wanita pertama berkata kepada Sayyidah Aminah:
”Sungguh, berbahagialah engkau wahai Aminah. Tidak ada di dunia ini wanita yang mendapati kemuliaan dan keberuntungan seperti engkau. Sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi agung junjungan alam semesta (Muhammad saw).
Kenalilah olehmu sesungguhnya aku ini adalah Hawwa’ Ibunda seluruh umat manusia. Aku diperintahkan Alloh swt untuk menemanimu.”
Kemudian Ibu Hawwa’ duduk di samping kanan Sayyidah Aminah.
Wanita yang kedua mendekat kepada Sayyidah Aminah dan berkata:
”Sungguh, berbahagialah engkau wahai Aminah. Tidak ada di dunia ini wanita yang mendapati kemuliaan dan keberuntungan seperti engkau. Sebentar lagi engkau akan melahirkan (Nabi Muhammad saw) seorang Nabi agung yang dianugerahi Alloh swt kesucian yang sempurna pada diri dan kepribadiannya. Nabi agung yang ilmunya sebagai sumber seluruh ilmunya para Nabi dan para kekasih Alloh swt. Nabi agung yang cahayanya meliputi seluruh alam semesta.
Dan ketahuilah olehmu wahai Aminah, sesungguhnya aku ini adalah Sarah istri Nabiyyulloh Ibrohim as, aku diperintahkan Alloh swt untuk menemanimu.”
Kemudian Sayyidah Sarah duduk di sebelah kiri Sayyidah Aminah.
Wanita ketiga mendekat dan kepadanya dan berkat:
”Sungguh, berbahagialah engkau wahai Aminah. Tidak ada di dunia ini wanita yang mendapati kemuliaan dan keberuntungan seperti engkau. Sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi agung (Muhammad saw) Kekasih Alloh swt yang paling agung, dan insan sempurna yang paling utama mendapati pujian dari Alloh swt dan dari seluruh makhuk-Nya.
Ketahuilah sesungguhnya aku adalah Asiyah binti Muzahim yang diperintahkan Alloh swt untuk menemanimu.”
Kemudian Sayyidah Asiyah binti Muzahim tersebut duduk di belakang Sayyidah Aminah.
Sejenak Sayyidah Aminah semakin kagum, karena wanita yang ke empat lebih anggun berwibawa dan memiliki kecantikan luar biasa, wanita itu mendekat kepada Sayyidah Aminah dan berkata:
”Sungguh, berbahagialah engkau wahai Aminah. Tidak ada di dunia ini wanita yang mendapati kemuliaan dan keberuntungan seperti engkau. Sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi agung (Muhammad saw) yang dianugerahi Alloh swt berbagai macam mukjizat yang sangat agung dan sangat hebat, dialah junjungan seluruh penghuni langit dan bumi, hanya untuk dia semata segala bentuk Sholawat (Rohmat) Alloh swt dan Salam Sejahtera-Nya yang sempurna.
Ketahuilah olehmu wahai Aminah, sesungguhnya aku adalah Maryam Ibunda Nabiyyulloh Isa as. Kami semua ditugaskan Alloh swt untuk menemanimu demi menyambut kehadiran Rosululloh Muhammad saw.”
Kemudian Sayyidah Maryam Ibunda Nabiyyulloh Isa as duduk mendekatkan diri di depan Sayyidah Aminah.
Maka, keempat wanita suci mulia yang agung di sisi Alloh saw tersebut kemudian merapat dan mengelilingi Sayyidah Aminah Binti Wahab, ibunda Rosululloh Muhammad saw. sehingga beliau semakin memuncak rasa kedamaian dan kebahagiaan dalam jiwanya.
Keajaiban berikutnya adalah Sayyidah Aminah melihat sekelompok demi sekelompok manusia bercahaya saling berdatangan silih berganti memasuki ruangannya dan mereka memanjatkan puja puji dan tasbih kepada Alloh dengan berbagai macam bahasa yang berbeda-beda.
Saat berikutnya adalah Sayyidah Aminah melihat atap rumahnya terbuka dan terlihat olehnya berbagai macam bintang-bintang di angkasa raya yang sangat indah berkilauan yang saling berterbangan di langit ke segenap penjuru angkasa yang sangat cerah dipenuhi cahaya.
Detik berikutnya adalah Alloh swt perintahkan kepada Malaikat Ridlwan penjaga sorga agar mengomando semua bidadari sorga berdandan dan memakai segala macam bentuk perhiasan kain sutera dengan bermahkotakan emas, intan permata yang gemerlapan dan menebarkan wewangian sorga yang harum semerbak ke segala arah demi menyambut kedatangan Nabi Muhammad saw.
Selanjutnya, Alloh swt limpahkan mandat khusus kepada Malaikat Jibril as untuk mengemban tugas agung dalam momen yang paling agung dan bersejarah bagi seluruh makhluk Alloh swt.
Alloh swt berfirman kepada Malaikat Jibrilas:
”Wahai Jibril… Serukanlah kepada seluruh arwah suci para Nabi, Rosul dan para Wali agar berbaris rapi menyambut kehadiran Kekasih-Ku al-Musthofa.
Wahai Jibril… Bentangkanlah hamparan kemuliaan dan keagungan derajat al-Qurob dan al-Wishol kepada kekasih-Ku yang memiliki maqom luhur disisi-Ku.
Wahai Jibril… Perintahkanlah kepada Malik agar menutup semua pintu neraka.
Wahai Jibril… Perintahkanlah kepada Ridwan agar membuka seluruh pintu sorga.
Wahai Jibril… Pakailah olehmu Haullah ar-Ridhwan (Pakaian agung yang meliputi keagungan Alloh swt) demi menyambut kekasih-Ku Muhammad.
Hai Jibril… Turunlah ke bumi dengan membawa seluruh pasukan malaikat Muqorrabin, Karubbiyyin, para Malaikat yang selalu mengelilingi Arsy-Ku demi menyambut kedatangan kekasih-Ku.
Wahai Jibril… Kumandangkanlah seruan ke penjuru langit hingga lapis ke tujuh dan ke segenap penjuru bumi hingga lapisan paling dalam, beritakanlah kepada seluruh mahluk-Ku bahwa sesungguhnya sekarang adalah saatnya kedatangan Nabi akhir zaman, Muhammad al-Musthofa.”
Perintah Alloh saw segera di laksanakan:
Malaikat Jibril as memimpin para malaikat turun ke bumi hingga memenuhi seluruh gunung-gunung Makkah, mereka berbaris rapi meliputi seluruh tanah suci Makkah.
Sayap-sayap mereka terlihat laksana mega-mega putih berkilauan memenuhi angkasa, hingga alam semesta terliputi pendaran cahaya kemilauan dari sayap sayap mereka.
Seluruh hewan-hewan yang ada di segenap penjuru bumi, di lautan dan di angkasa bersuka cita menyambut kedatangan Nabi Muhammad saw.
Dan Ka’baitulloh pun ikut bergetar selama 3 hari berturut-turut karena bahagia dan bangga menyambut kelahiran Nabi Muhammad saw.
Ibunda Rosululloh saw Sayyidah Aminah berkata:
“Saat itu (dengan izin Alloh swt) terlihat jelas olehku gedung-gedung yang ada di Syiria dan Palestina. Aku juga melihat tiga pilar bendera yang dibawa oleh para malaikat, yang satu ditancapkan di jagad timur, yang satu ditancapkan di jagad barat dan yang satunya lagi di atas Ka’baitulloh.
Dalam keadaan yang dipenuhi oleh rahasia (misteri) segala keajaiban yang sedemikian rupa, seketika pula datang serombongan burung-burung bercahaya yang indah memenuhi ruanganku, datang silih berganti, paruh dan sayapnya adalah berupa mutiara zamrud dan yaqut yang indah sekali. Burung-burung itu menebarkan berbagai macam mutiara dan permata yang beraneka ragam indahnya di ruanganku.
Setelah itu mereka serentak memanjatkan puja puji dan tasbih kepada Alloh swt.
Dan aku lihat pula para malaikat datang bergerombolan dan silih berganti sambil membawa mabkhoroh (tempat dupa) berupa emas merah dan emas putih yang berisikan dupa-dupa wewangian sorga yang semerbak harum baunya memenuhi seluruh jagad raya, sambil bergemuruh suara mereka mengucapkan sholawat dan salam (kepada Nabi agung Rosululloh Muhammad saw).
Ketika itu pula aku melihat bulan terbelah di atasku laksana qubah, dan bintang-bintang gemerlapan berjajar rapi di atas kepalaku laksana mata rantai emas intan permata.
Dan tiba-tiba telah ada di sisiku secangkir minuman putih bening melebihi susu, aku meminumnya, dan terasa ni’mat sekali, kelezatan manisnya melebihi gula dan madu, dan kesejukkannya melebihi salju (es), maka seketika lepaslah segala dahagaku, sangat terasa ni’mat, segar dan lezat sekali yang belum pernah aku rasakan sebelumnya.
Cahaya yang luar biasa meliputi diriku, lalu datanglah burung putih berkilauan cahaya mendekati dan mengusapkan sayapnya pada diriku, saat itulah tanda-tanda kelahiran mulai aku rasakan dan aku bersandar pada para wanita yang ada di sekelilingku. Maka lahirlah Nabi agung akhir zaman, Kekasih Alloh swt yang sempurna, Rosululloh Muhammad saw, dan aku tidak melihat kecuali hanya sinar cahaya yang sangat agung.
Tidak lama kemudian, aku melihat putraku (Rosululloh Muhammad saw) telah berada di sampingku terselimuti dengan sutera putih di atas hamparan sutera hijau dalam keadaan sujud (kepada Alloh swt) dengan mengangkat jari telunjuknya.
Dan aku mendengar dia (Rosululloh saw) mengucapkan:
ألله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا …
”Alloh Maha Besar dengan segala keagungan-Nya, Segala Puji bagi Alloh atas segala anugerah-Nya, Maha Suci Alloh kekal abadi selama-lamanya…”
Maulid Ad-diba’iy Lil Imam Abdurrohman Ad-Diba’iy menyebutkan:
فاهتز العرش طربا واستبشارا وازداد الكرسي هيبة ووقارا وامتلأت السموات أنوارا وضجت الملائكة تهليلا وتمجيدا واستغفارا
“Sesungguhnya (pada saat kelahiran Baginda Nabi Muhammad saw), ‘Arsy seketika brgetar hebat luar biasa meluapkan kebahagiaan dan kegembiraannya, dan Kursiy juga semakin tambah kewibawaan dan keagungannya, dan seluruh langit dipenuhi cahaya yang bersinar terang dan para malaikat seluruhnya serentak bergemuruh memanjatkan tahlil, tamjid dan istighfar (kepada Alloh swt) dengan mengucapkan:
سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر أستغفر الله
“Maha Suci Alloh, Segala puji bagi Alloh, Tidak ada tuhan selain Alloh, Alloh Maha Besar, aku memohon ampun kepada Alloh.”
Sesungguhnya dengan keagungan Nabi Muhammad saw, Alloh swt telah memerintahkan kepada para malaikat-Nya ya’ni malaikat Jibril as, malaikat muqorrabin, malaikat Karubiyyin, malaikat yang selalu mengelilingi Arsy dan lainnya agar serentak berdiri pada saat detik-detik kelahiran Nabi Muhammad saw dengan memanjatkan Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir, dan Istighfar kepada Alloh swt.
Pada saat itulah puncak kegembiraan seluruh penghuni alam semesta. Para Malaikat, Para Nabi, Para Wali, Para bidadari sorga, seluruh makhluk-makhluk Alloh swt yang ada di daratan, di lautan di angkasa dan bahkan bumi, laut, udara, bintang-bintang, bulan, matahari, langit, kursiy dan Arsy, seluruhnya meluapkan kegembiraan dan mengucapkan Sholawat Ta’dhim kepada Kekasih Alloh swt, Nabi Akhir Zaman, Rosululloh Muhammad saw.
Semua fenomena keajaiban-keajaiban hebat luar biasa yang terjadi pada saat kelahiran Nabi Muhammad saw yang diwujudkan oleh Alloh swt, semata-mata hanya menunjukkan kepada semua makhluk-makhluk-Nya bahwa Nabi Muhammad saw adalah makhluk yang paling dicintai-Nya, makhluk yang paling agung kedudukannya dan yang paling mulia derajatnya di sisi-Nya.
Wallohu a’lam bish-showab.

1 komentar: