Kamis, 06 November 2014

Nama-Nama Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam 2

Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ (6)

“Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, “Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Namun ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, “Ini adalah sihir yang nyata.” (QS. Ash-Shaff: 6).

Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah Nabi dan Rasul terakhir, agama yang dibawa beliau adalah agama yang terakhir dan terbaik. Kitab suci Al-Qur`an yang diturunkan kepada beliau adalah kitab suci terakhir dan penyempurna bagi kitab-kitab suci sebelumnya. Bagi sebagian orang, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam hanya mempunyai satu nama, namun pada kenyataannya beliau mempunyai banyak nama. Di antara sekian banyak nama Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam itu dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam kitabnya Al-Minjaj Syarh Shahih Muslim ibn Al-Hajjaj, atau lebih dikenal dengan Syarh Shahih Muslim, penjelasan kitab Shahih Muslim. Berikut adalah hadits-hadits tersebut:

حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَابْنُ أَبِي عُمَرَ وَاللَّفْظُ لِزُهَيْرٍ قَالَ إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا و قَالَ الْآخَرَانِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنِ الزُّهْرِيِّ سَمِعَ مُحَمَّدَ بْنَ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَنَا مُحَمَّدٌ وَأَنَا أَحْمَدُ وَأَنَا الْمَاحِي الَّذِي يُمْحَى بِيَ الْكُفْرُ وَأَنَا الْحَاشِرُ الَّذِي يُحْشَرُ النَّاسُ عَلَى عَقِبِي وَأَنَا الْعَاقِبُ وَالْعَاقِبُ الَّذِي لَيْسَ بَعْدَهُ نَبِيٌّ

Zuhair bin Harb, Ishaq bin Ibrahim, dan Ibnu Abi Umar telah memberitahukan kepadaku –dan lafazh ini milik Zuhair-, Ishaq mengatakan, “Sufyan bin Uyainah telah mengabarkan kepada kami”, sementara dua perawi yang lain mengatakan, “Sufyan bin Uyainah telah memberitahukan kepada kami, dari Az-Zuhri, dia telah mendengar Muhammad bin Jubair bin Muth’im memberitahukan hadits dari ayahnya (Jubair), bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Aku adalah Muhammad, aku adalah Ahmad, aku adalah Al-Mahi (penghapus), yang karena aku dihapuskan kekufuran. Aku adalah Al-Hasyir (pengumpul), di mana seluruh manusia akan dikumpulkan sesudahku. Aku adalah Al-Aqib (nabi yang datang terakhir).” Dan Al-Aqib adalah nabi yang tidak akan ada lagi seorang nabi sesudahnya.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan At-Tirmidzi).

حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُوْل الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ لِي أَسْمَاءً أَنَا مُحَمَّدٌ وَأَنَا أَحْمَدُ وَأَنَا الْمَاحِي الَّذِي يَمْحُو الله بِيَ الْكُفْرَ وَأَنَا الْحَاشِرُ الَّذِي يُحْشَرُ النَّاسُ عَلَى قَدَمَيَّ وَأَنَا الْعَاقِبُ الَّذِي لَيْسَ بَعْدَهُ أَحَدٌ وَقَدْ سَمَّاهُ الله رَءُوفًا رَحِيْمًا

Harmalah bin Yahya telah memberitahukan kepadaku, Ibnu Wahab telah mengabarkan kepada kami, Yunus telah mengabarkan kepadaku, dari Ibnu Syihab, dari Muhammad bin Jubair bin Muth’im, dari ayahya (Jubair), bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya aku memiliki beberapa nama. Aku adalah Muhammad, aku adalah Ahmad, aku adalah Al-Mahi (penghapus), yang karena aku dihapuskan kekufuran. Aku adalah Al-Hasyir (pengumpul), di mana seluruh manusia akan dikumpulkan sesudahku. Aku adalah Al-Aqib (nabi yang datang terakhir) yang tidak akan ada lagi seorang nabi sesudahnya.” Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menamakan beliau dengan orang yang sangat penyantun dan sangat penyayang.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan At-Tirmidzi).

وَحَدَّثَنِيْ عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ شُعَيْبِ بْنِ اللَّيْثِ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ جَدِّي حَدَّثَنِي عُقَيْلٌ ح وَحَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ ح وَحَدَّثَنَا عَبْدُ الله بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الدَّارِمِيُّ أَخْبَرَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ كُلُّهُمْ عَنِ الزُّهْرِيِّ بِهَذَا اْلإِسْنَادِ وَفِي حَدِيْث شُعَيْبٍ وَمَعْمَرٍ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفِي حَدِيْث عُقَيْلٍ قَالَ قُلْتُ لِلزُّهْرِيِّ وَمَا الْعَاقِبُ قَالَ الَّذِي لَيْسَ بَعْدَهُ نَبِيٌّ وَفِي حَدِيْث مَعْمَرٍ وَعُقَيْلٍ الْكَفَرَةَ وَفِي حَدِيْث شُعَيْبٍ الْكُفْرَ

Dan Abdul Malik bin Syu’aib bin Al-Laits telah memberitahukan kepadaku, dia mengatakan, “Ayahku (Syu’aib) telah memberitahukan kepadaku, dari kakekku (Al-Laits), Uqail telah memberitahukan kepadaku. (H) Dan Abdu bin Humaid telah memberitahukan kepada kami, Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami, Ma’mar telah mengabarkan kepada kami. (H) Dan Abdullah bin Abdurrahman Ad-Darimi telah memberitahukan kepada kami, Abu Al-Yaman telah mengabarkan kepada kami, Syu’aib telah mengabarkan kepada kami, mereka semua meriwayatkan dari Az-Zuhri, dengan sanad ini. Di dalam hadits riwayat Syu’aib dan Ma’mar disebutkan, “Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.“ Di dalam hadits riwayat Uqail disebutkan, “Aku pernah bertanya kepada Az-Zuhri, “Apa yang dimaksud dengan Al-Aqib?” Az-Zuhri menjawab, “Nabi yang tidak akan ada lagi seorang nabi sesudahnya.” Dan di dalam riwayat Ma’mar dan Uqail disebutkan, “Orang-orang kafir.” Sementara di dalam hadits riwayat Syu’aib disebutkan, “Kekufuran.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan At-Tirmidzi).

وَحَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْحَنْظَلِيُّ أَخْبَرَنَا جَرِيْرٌ عَنِ اْلأَعْمَشِ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى اْلأَشْعَرِيِّ قَالَ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَمِّي لَنَا نَفْسَهُ أَسْمَاءً فَقَالَ أَنَا مُحَمَّدٌ وَأَحْمَدُ وَالْمُقَفِّي وَالْحَاشِرُ وَنَبِيُّ التَّوْبَةِ وَنَبِيُّ الرَّحْمَةِ

Dan Ishaq bin Ibrahim Al-Hanzhali telah memberitahukan kepada kami, Jarir telah mengabarkan kepada kami, dari Al-A’masy, dari Amru bin Murrah, dari Abu Ubaidah, dari Abu Musa Al-Asy’ari, dia mengatakan, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah menyebutkan beberapa nama beliau kepada kami, beliau bersabda, “Aku adalah Muhammad, Ahmad, Al-Muqaffi (nabi yang datang terakhir), Al-Hasyir (pengumpul), Nabiyuttaubah (Nabi pembawa taubat), dan Nabiyyurahmah (Nabi pembawa kasih sayang).” (HR. Muslim)

Tafsir hadits

Dalam hadits-hadits yang terdapat pada bab ini disebutkan beberapa nama yang dimiliki Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan beliau masih mempunyai banyak nama yang lain. Abu Bakar bin Al-Arabi bin Al-Maliki, di dalam kitabnya yang berjudul Al-Ahwadzi Fi Syarh At-Tirmidzi menyebutkan berdasarkan yang dia riwayatkan dari beberapa perawi, bahwasanya Allah Ta’ala memiliki seribu nama, dan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam juga memiliki seribu nama. Di dalam kitab tersebut Abu Bakar menjelaskan sekitar enampuluhan nama secara terperinci.

Pakar bahasa arab menuturkan, “Dikatakan رَجُلٌ مُحَمَّدٌ (lelaki terpuji) dan رَجُلٌ مَحْمُوْدٌ (lelaki yang dipuji), jika seseorang mempunyai banyak sifat-sifat yang terpuji.” Ibnu Faris dan ulama lainnya mengatakan, “Oleh karena itulah Nabi kita Shallallahu Alaihi wa Sallam dinamai dengan Muhammad dan Ahmad. Allah Ta’ala mengilhamkan kepada keluarga beliau untuk menamai beliau dengan nama yang indah tersebut, karena mereka yakin bahwa bayi yang lahir dalam keluarga mereka itu mempunyai sifat-sifat yang terpuji.”

Perkataannya, وَأَنَا الْمَاحِي الَّذِيْ يُمْحَى بِيَ الْكُفْرُ “Aku adalah Al-Mahi (penghapus), yang karena aku dihapuskan kekufuran.”

Para ulama mengatakan, “Maksudnya adalah menghapus kekufuran dari kota Mekah, Madinah, semua negeri arab, dan semua penjuru bumi yang dibentangkan kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, di mana beliau telah dijanjikan bahwa daerah-daerah tersebut akan berada di bawah kekuasaan umat beliau. Ada kemungkinan, yang dimaksud adalah penghapusan yang bersifat umum, di mana agama Islam akan diberi keunggulan dengan kekuatan hujjah (dalil) dan mendapatkan kemenangan. Hal ini sebagaimana yang diterangkan di dalam firman Allah Ta’ala,

لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ

“…untuk diunggulkan atas segala agama….” (QS. At-Taubah: 33, QS. Al-Fath: 28, QS. Ash-Shaff: 9).

Dalam hadits yang lain dijelaskan, bahwa maksud dari Al-Mahi (penghapus) adalah Nabi yang mana kesalahan orang-orang yang mengikuti ajarannya dihapus karena kemuliaan dirinya. Bisa juga diartikan dengan Nabi yang karenanya dihapuskan kekufuran. Dan hal ini selaras dengan firman Allah Ta’ala yang berbunyi,

قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ (38)

“Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu (Abu Sufyan dan kawan-kawannya), “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu…..” (QS. Al-Anfaal: 38).

Begitu pula dengan hadits shahih yang menyebutkan,

اْلإِسْلاَمُ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ

“Islam menghapuskan apa yang ada sebelumnya.”

Sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam,

وَأَنَا الْحَاشِرُ الَّذِيْ يُحْشَرُ النَّاسُ عَلَى عَقِبِي

“Aku adalah Al-Hasyir (pengumpul), di mana seluruh manusia akan dikumpulkan sesudahku.”

Dalam riwayat kedua disebutkan,

وَأَنَا الْحَاشِرُ الَّذِيْ يُحْشَرُ النَّاسُ عَلَى قَدَمَيَّ

“Aku adalah Al-Hasyir (pengumpul), di mana seluruh manusia akan dikumpulkan sesudahku.”

Adapun riwayat kedua, maka semua naskah mencantumkan hal yang sama, yaitu kalimat عَلَى قَدَمَيَّ yang secara bahasa artinya ketika aku berdiri di atas kakiku. Namun sebagian ulama ada yang membaca Ala Qadami (dalam bentuk tunggal), dan ada yang membaca Ala Qadamayya (dalam bentuk ganda). Sedangkan riwayat pertama, maka sebagian besar naskah mencantumkan kalimat عَلَى عَقِبِي (sesudahku). Sementara dalam sebagian naskah dicantumkan kalimat عَلَى قَدَمَيَّ (sesudahku), seperti riwayat yang kedua. Para ulama menuturkan, “Maksud kedua kalimat tersebut adalah bahwa manusia akan dikumpulkan setelahku, mereka semua termasuk ke dalam masa di mana kenabianku dan kerasulanku terus berlaku, dan tidak akan ada seorang pun nabi sesudahku.” Ada yang berpendapat, “Maksudnya kedua kalimat tersebut adalah bahwa manusia akan mengikuti ajaranku.”

Perkataannya, وَالْمُقَفِّي وَالْحَاشِرُ وَنَبِيُّ التَّوْبَةِ وَنَبِيُّ الرَّحْمَةِ “Al-Muqaffi (nabi yang datang terakhir), Al-Hasyir (pengumpul), Nabiyuttaubah (Nabi pembawa taubat), dan Nabiyyurahmah (Nabi pembawa kasih sayang).”

Adapun kata الْعَاقِب maka maksudnya telah disebutkan dalam hadits di atas, di mana Al-Aqib artinya Nabi yang tidak akan ada lagi seorang nabi sesudahnya, dengan kata lain Nabi yang datang terakhir. Ibnu Al-A’rabi menuturkan, “Kata الْعَاقِب dan الْعُقُوْب artinya seseorang yang menggantikan kebaikan yang telah diperbuat oleh orang sebelumnya. Dalam kalimat bahasa arab disebutkan, عَقِبَ الرَّجُل لِوَلَدِهِ (lelaki itu menggantikan kebaikan untuk anaknya).”

Adapun kata الْمُقَفِّي “Al-Muqaffi” maka menurut Syamir artinya sama dengan Al-Aqib, yakni Nabi yang datang terakhir. Sementara Ibnu Al-A’rabi menuturkan, “Maksudnya Nabi yang mengikuti para Nabi sebelumnya.” Dalam kalimat bahasa arab dinyatakan, قَفَوْتُهُ, أَقْفُوْهُ, قَفَّيْتُهُ, أُقَفِّيْهِ artinya aku mengikutinya. Dikatakan, قَافِيَةُ كُلِّ شَيْءٍ artinya akhir dari segala sesuatu.

Dalam hadits di atas disebutkan beberapa kalimat seperti نَبِيُّ التَّوْبَة “Nabiyuttaubah”, نَبِيُّ الرَّحْمَةِ “Nabiyyurahmah”, dan نَبِيُّ الْمَرْحَمَة “Nabiyyulmarhamah”, arti dari semua kalimat ini hampir sama. Maksudnya adalah bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam diutus sebagai Nabi yang membawa taubat dan membawa kasih sayang di antara manusia. Allah Ta’ala telah berfirman,

رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ (29)

“…berkasih sayang sesama mereka…” (QS. Al-Fath: 29).

Firman Allah Ta’ala,

وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ (17)

“……dan saling berpesan untuk berkasih saying.” (QS. Al-Balad: 17)

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam dinamakan dengan نَبِيُّ الْمَلاَحِم “Nabi perang.” Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam dinamakan demikian karena beliau diutus untuk berjihad dan berperang di jalan Allah Ta’ala dalam membela agama.

Para ulama mengatakan, “Di dalam semua hadits yang ada hanya diungkapkan beberapa nama yang sudah disebutkan ini saja, padahal Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam masih mempunyai nama-nama lain yang masih banyak seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Hal itu karena nama-nama yang telah disebutkan ini juga tercantum di dalam kitab-kitab suci sebelum Al-Qur`an dan diketahui oleh umat-umat terdahulu sebelum agama Islam datang.”

Wallahu A’lam.

Nama-nama lain dari nabi Muhammad.

ibn 'Araby mengatakan bahwa nabi memiliki 1000 nama, sedangkan as-Suyuthi merincinya menjadi 500 nama, al-Jazuly dalam Dalailul Khairatnya menyebutkan ada 201 nama, sedangkan as-Sakhawi, al-Qhadi 'Iyadh dll, menyebutkan ada lebih dari 400 nama.
Ka'b al-Ahbar pernah berkata: "ahli surga menyebut nabi dengan nama 'Abdul Karim, ahli neraka memanggil dengan nama 'Abdul Jabbar, ahli 'Arsy memanggil dengan nama 'Abdul Hamid, para malaikat memanggil dengan nama 'Abdul Majid, para Nabi memanggil dengan nama 'Abdul Wahhab, syaithan memanggil dengan nama 'Abdul Qahhar, jin memanggil dengan sebutan 'Abdur Rahim, hewan liar memanggil dengan nama 'Abdur Razzaq, sedangkan hewan buas memanggil dengan sebutan 'Abdus Salam, burung-burung menyebutnya 'Abdul 'Ghaffar, dan orang mu'min memanggil Nabi dengan nama Muhammad saw."
al-Quran menyebut Nabi dengan sebutan Muhammad, sedangkan Injil menyebutnya dengan nama Ahmad, dalam Taurat disebutkan dengan nama Ahyad, sedangkan dalam Zabur dipanggik dengan nama Faruq.
Nabi pernah berkata: "aku bersumpah pada diriku sendir untuk tidak akan memasukan orang-orang yang bernama Ahmad dan Muhammad kedalam Neraka".
Semoga kita tergolong orang yang mendapat syafa'at Nabi Muhammad.
*nama Nabi yang mana yang cocok dengan nama anda?

NAMA DAN JULUKAN RASULULLAH

  1. Muhammad : Yang Sangat Terpuji (Surah 3:144, 33:40, 47:2, 48:29).
  2. Ahmad : Yang paling agung puja dan pujinya kepada Allah (Surah 61:6).
  3. Hamid : Yang Memuji.
  4. Mahmud : Yang Terpuji.
  5. Qasim : Yang Membagi (sebenarnya Abul Qasim, Ayah Qasim, yang merupakan kunyah (julukan atau panggilan yang lazim untuk Nabi), beliau juga dipanggil Abu Ibrahim (nama kedua putra Nabi yang juga wafat saat kanak kanak).
  6. ‘Aqib : Yang Mengikuti, Yang Terakhir, sesudahnya tidak akan ada Nabi lagi.
  7. Fatih : Yang Membuka, Yang Menaklukkan.
  8. Syahid : Saksi (Surah 33:45).
  9. Hasyir : Yang Pertama dibangkitkan dari kubur dan Mengumpulkan Manusia (pada Hari Kiamat) di Padang Masyar.
  10. Rasyid : Yang Terbimbing (surah 11:78).
  11. Masyhud : Yang Tersaksikan.
  12. Basyir : Pembawa Kabar kabar Baik (surah 7:88).
  13. Nadzir : Pemberi Peringatan (surah 33:45 dan sering).
  14. Da’i : Penyeru (surah 33:46).
  15. Syafi : Yang Menyembuhkan.
  16. Hadi : Yang Memandu ke Kebenaran (surah 13:7).
  17. Mahdi : Yang Terbimbing Baik.
  18. Mahi : Yang Menghapus (kedurhakaan), dengannya Allah menghapuskan kekafiran.
  19. Munzi : Yang Menyelamatkan, Yang Menyampaikan.
  20. Naji : Keselamatan.
  21. Rasul : Utusan (banyak terdapat di dalam Al-Quran).
  22. Nabi : (banyak terdapat di dalam Al-Quran).
  23. Ummi : Buta huruf (surah 21:107).
  24. Tihami : Dari Tihama.
  25. Hasyimi : Dari Keluarga Hasyim.
  26. Abthani : Milik Al-Bathha (daerah di seputar Makkah).
  27. Aziz : Yang Mulia (surah 9:128). Aziz juga sebuah Nama Allah.
  28. Harish ‘alaikum : Penuh Perhatian terhadap Anda (surah 9:128).
  29. Rauf : Lembut (surah 9:128). Juga sebuah Nama Allah.
  30. Rahim : Penyayang (surah 9:128). juga sebuah Nama Allah.
  31. Thaha : (surah 20:1).
  32. Mujtaba : Yang Terpilih.
  33. Thasin : (surah 27:1).
  34. Murtadha : Yang Diridhai.
  35. Hamim : (permulaan surah 40:46).
  36. Mushtafa : Yang Terpilih.
  37. Yasin : (surah 36:1).
  38. Aula’ : Yang Lebih Patut, Yang Lebih Baik (surah 33:6).
  39. Muzammil : Yang Terbungkus (surah 74:1).
  40. Wali : Sahabat, Yang Menolong, Yang Berbuat Kebaikan. Juga sebuah nama Allah.
  41. Mudatstslr : Yang Berselimut (surah 73:1).
  42. Matin : Yang Kukuh.
  43. Mushaddiq : Yang Menyatakan Kebenaran (surah 2: 101).
  44. Thayyib : Yang Baik.
  45. Nashir : Yang Menolong. Juga sebuah Nama Allah.
  46. Manshur : Yang Ditolong (oleh Allah), Yang Berjaya.
  47. Mishbah : Dian, Lampu (surah 24:35).
  48. Amir : Pangeran, Pemimpin.
  49. Hijazi : Dari Hijaz.
  50. Tarazi
  51. Quraisyi : Dari Suku Quraisy.
  52. Mudhari : Dari Suku Mudhar.
  53. Nabi Al Tawbah: Nabinya Tobat.
  54. Hafizh : Yang Menjaga. Juga sebuah Nama Allah.
  55. Kamil : Yang Sempurna.
  56. Shadiq: : Yang Lurus, Tulus, Suci (surah 19:54), digunakan untuk Ismail.
  57. Amin : Yang Terpercaya (surah 26:107, 81:21).
  58. Abdullah : Hamba Allah.
  59. Kalim Allah : Dia yang kepadanya Allah Berfirman (biasanya nama kehormatan Musa).
  60. Habib Allah : Sahabat Tercinta Allah.
  61. Naji Allah : Sahabat Karib Allah (biasanya nama kehormatan Musa).
  62. Shafi Allah : Sahabat Tulus Allah (biasanya nama kehormatan Adam).
  63. Khatam Al-Anbiya’: Penutup Para Nabi (surah 33:40).
  64. Hasib : Yang Mulia. Juga sebuah Nama Allah.
  65. Mujib : Yang Menjawab. Juga sebuah Nama Allah.
  66. Syakur : Yang Banyak Bersyukur. Juga sebuah Nama Allah.
  67. Muqtashid : Mengambil sebuah Jalan Tengah (surah 35:32).
  68. Rasul Al Rahmah : Rasulnya Rahmat.
  69. Qawi : Kuat. Juga sebuah Nama Allah.
  70. Hafi : Yang Tahu (surah 7:187).
  71. Ma ’mun : Terpercaya.
  72. Ma ‘lum : Termasyhur.
  73. Haqq : Kebenaran (surah 3:86).
  74. Mubin : Jelas, Nyata (surah 15:89).
  75. Muthi : Taat.
  76. Awwal : Pertama. Juga sebuah Nama Allah.
  77. Akhir : Terakhir. Juga sebuah Nama Allah.
  78. Zhahir : Yang Lahir, Eksternal. Juga sebuah Nama Allah.
  79. Bathin : Yang Batin. Juga sebuah Nama Allah.
  80. Yatim : Yatim (surah 93:6).
  81. Karim : Yang Pemurah (surah 81:19). Juga sebuah Nama Allah.
  82. Hakim : Yang Arif, Bijaksana. Juga sebuah Nama Allah.
  83. Sayyid : Tuan (surah 3:39).
  84. Siraj : Dian, Lampu (surah 33:46).
  85. Muni r : Bercahaya (surah 33:46).
  86. Muharram : Yang Terlarang, Suci.
  87. Mukarram : Yang Mulia.
  88. Mubasysyir : Pembawa Kabar Baik (surah 33:45).
  89. Mudzakkir : Yang Mengingatkan.
  90. Muthahhar : Suci.
  91. Qarib : Dekat. Juga sebuah Nama Allah.
  92. Khalil : Sahabat Baik (biasanya nama kehormatan Ibrahim).
  93. Mad’u : Yang Diseru.
  94. Jawwad : Yang Pemurah.
  95. Khatim : Penutup (surah 33:40).
  96. ‘Adil : Yang Adil.
  97. Syahir : Termasyhur.
  98. Syahld : Yang Menyaksikan, Saksi. Juga sebuah Nama Allah.
  99. Muqaffi : Nabi Yang Datang sesudah Nabi Nabi sebelumnya dan mengikuti jejak mereka.
  100. Malhamah : Nabi yang telah diijinkan baginya dan bagi umatnya berperang melawan orang kafir yang menentangnya.
  101. Rasul Al-Malahim : Rasulnya Pertempuran pertempuran Hari hari Terakhir.
  102. Salah satu nama yang paling sering disebut-sebut namun tidak terdapat di dalam daftar khusus ini adalah ‘Abduhu (hambaNya, hamba Allah) yang terdapat di dalam surah 17:1 dan 53:10 dan lazim sebagai sebuah nama orang (misalnya, Muhammad ‘Abduh).
  103. Begitu pula, Mutha‘, Yang Ditaati (surah 81:21) juga tidak tercantum di sini.
Sumber: Daltar ini diambil dari copy Al-Quran milik penulis (Annemarie Schimmel) (Lahore: Taj Company), yang mengandung 17 x 6 = 102 nama, di antaranya dua kali Rasul Al-Rahmah, plus Nabi Al-Rahmah, sementara julukan (kunyah) Nabi, Abu al Qasim, tidak disebut-sebut.

Nama Muhammad di sebut Nabi Isa dalam Al Qur'an

Ketika Rasuulluh Saw belum dilahirkan, nabi-nabi terdahulu, mulai Nabi Adam sampai Nabi Isa telah memberi kabar kepada umatnya akan datangnya nabi akhir zaman dengan ciri-ciri yang tertentu. Yaitu, dilahirkan di kota Makkah, hijrah di kota Madinah dan wafatnya juga di kota Madinah, dan kekuasaannya membentang sampai di kota Syam. Nama Rasulullah Saw kalau di Kitab Injil adalah Ahmad.
Allah berfirman

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ ۖ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَٰذَا سِحْرٌ مُبِينٌ
"Dan (Ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, Sesungguhnya Aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan Kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata." (QR. As-Shaf : 6)

Perlu diketahui, bahwa nama yang dikemukam oleh Nabi Isa tadi, itu bukan sekedar nama. Akan tetapi merupakan pemberian dari Allah Swt yang tentunya ada makna yang terkandung. Di dalam nama Ahmad jika ditulis dengan huruf Arab tanpa dipisah-pisah ada filsuf tentang adanya gerakan salat. Huruf alif (ا) menunjukan simbol tentang orang yang berdiri. Huruf ha (ح) menggambarkan tentang orang yang sedang rukuk. Huruf mim (�…) menggambarkan tentang orang yang sedang sujud. Huruf dal (د)  menunjukan gambaran orang yang sedang duduk tahiyat salat.

Selain makna tersebut, ada juga makna yang tersembunyi di balik nama Ahmad. Yaitu, secara Gramatika Arab, kata Ahmad itu termasuk sighat mubalaghah (bentuk yang mempunyai arti banyak) dari kata Hamdu (memuji). Jadi, bisa diambil kesimpulan bahwa Nabi Ahmad, nama dari Nabi Muhammad Saw mempunyai arti orang yang paling banyak memuji Allah.

Nabi Muhammad Saw bersabda, “Aku adalah Ahmad tanpa mim (�…)” Ahmad tanpa mim (�…) akan mempunyai arti Ahad (Esa), yang merupakan sifat Allah yang sangat unik. Mim (�…) yang merupakan simbol personafikasi dan manifestasi Allah dalam diri Nabi Muhammad Saw pada hakikatnya adalah bayangan Ahad yang ada di alam semesta. Mim adalah wasilah antara makhluk dengan Khaliqnya. Mim adalah jembatan yang menghubungkan para kekasih Allah dengan sang kekasihnya yang mutlak. Dengan kata lain, Nabi Muhammad Saw merupakan mediator antara makhluk dengan Allah Swt.

Menurut Iqbal, "Muhammad benar-benar berfungsi “mim” yang  “membumikan” Allah dalam kehidupan manusia. Dialah “Zahir”nya Allah; dialah Syafi’ (yang memberikan syafaat, pertolongan dan rekomendasi) antara makhluk dengan Tuhannya. Ketika anda ingin merasakan kehadiran Allah dalam diri anda, hadirkan Muhammad. Ketika anda ingin disapa oleh Allah, sapalah Muhammad. Ketika anda ingin dicintai Allah, cintailah Muhammad. Qul inkuntum tuhibbunallah fat tabi’uni yuhbibkumullah, “Apabila kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku (Muhammad) kelak Allah akan cinta kepada kalian.” Kepada orang seperti inilah kita diwajibkan cinta, berkorban dan bermohon untuk selalu bersamanya, di dunia dan akhirat. Sebab seperti kata Nabi, “Setiap orang akan senantiasa bersama orang yang dicintainya.”

Selain nama Ahmad, Rasulullah Saw juga mempunyai nama Muhammad. Nama ini pemberian dari kakeknya, Abdul Muthalib. Nama ini diilhami atas  harapan besar  Abdul Muthalib agar kelak cucunya ini dipuji oleh makhluk seantero dunia karena sifatnya yang terpuji. Adapun nama tersebut kalau ditinjau secara Gramatika Arab berstatus sebagai Isim Maful (obyek) dari asal kata Hammada. Menurut kiai Maksum bin Ali dalam kitab Amsilatut Tasrifiyah menyebutkan bahwa penambahan tasdid mempunyai faidah Taksir (banyak). Jadi, artinya adalah orang yang banyak dipuji. Sebab semua makhluk di dunia ini memuji Rasulullah Saw dengan membaca shalawat untuknya. Allah berfirman, ”Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab :56).

Yang heboh lagi, dari nama Muhammad, di situ ada makna yang terkandung. Yaitu, jika kita mau mengangan-angan kerangka huruf Muhammad apabila ditulis dengan hurup Arab ternyata menunjukan kerangka manusia. Sebab, mim (�…) yang bundar dari kata Muhammad (�…ح�…د) itu menunjukan kepala manusia, karena kepala manusia itu bundar. Huruf  ha (ح) kalau kita dobelkan menjadi dua akan menunjukan dua tangan manusia. Huruf  mim (�…) yang kedua menunjukan tentang perut manusia. Huruf dal (د) menunjukan kedua kaki manusia.

Selain itu, ada juga makna-makna yang tersembunyi lagi. Yaitu, huruf mim menunjukan kata Minnah yang berarti anugerah. Sebab, Allah memberi anugerah kepada Rasulullah Saw dengan anugerah yang sangat luar biasa melebihi apa yang telah diberikan kepada yang lainnya. Huruf ha menunjukan kata Hubbun (cinta). Sebab, Allah mencintai Nabi Muhammad Saw dan umatnya melebihi cintanya kepada nabi-nabi yang lain beserta umatnya. Huruf mim yang kedua menunjukan kata Maghfirah yang berarti ampunan. Sebab, Allah mengampuni segala dosa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw, baik yang sudah lampau atau yang akan datang. Nabi Muhammad Saw adalah nabi yang maksum (terjaga dari melakukan dosa). Adapun jika disandarkan untuk umatnya, maka  Allah akan mengampuni dosa-dosa umat Nabi Muhammad Saw jikalau mereka mau bertaubat. Tidak seperti umat-umat terdahulu yang apabila melakukan dosa langsung mendapat siksa dan teguran dari Allah. Huruf dal menunjukan kata Dawaamuddin. Artinya, abadinya agama Islam. Sebab, agama Islam akan tetap ada sampai akhir zaman. Apabila agama Islam sudah lenyap karena ditinggal oleh manusia, maka tunggulah kehancuran dunia ini.

Kesimpulan dari semua ini adalah, kalau orang itu sudah mengaku agamanya Islam, maka kerjakanlah salat. Sebab, salat merupakan tiang agama dan merupakan ajaran nabi-nabi terdahulu yang disempurnakan oleh Nabi Muhammad Saw. Jika seseorang sudah menjalankan salat dan ajaran Islam yang lainnya, maka dia termasuk orang yang bertaqwa yang akan dimasukkan Allah ke dalam surga-Nya. Karena umat Nabi Muhammad Saw yang masuk ke surga itu akan dirupakan manusia. Mengapa demikian? Ini kembalinya kepada keagungan nama Nabi Muhammad saw yang menunjukkan kerangka manusia. Apabila  manusia masih berbentuk manusia, maka dia tidak akan masuk neraka. Adapun mengenai orang kafir, ada ulama yang berpendapat bahwa mereka di neraka itu berwujud babi.

*Penulis Adalah Esais dan ketua Website PP. Al Anwar Sarang Rembang Jateng asal Pati.

Rahasia dibalik nama Nabi Muhammad SAW





Subhanallah, Inilah ternyata rahasia dibalik nama Nabi Muhammad SAW
Rahasia di sebalik nama Muhammad, di mana banyak makna yang tersirat dalam kebesaran nama yang sederhana itu. entah apakah ini merupakan salah satu mukjizat atau sekadar kebetulan saja, bahawa ada fakta menarik di abjad / huruf-huruf yang tersusun dari nama itu:

1. Kata Muhammad , jika kita gabungkan dalam bentuk normal mim ha mim dal, maka akan menjadi sebuah sekesta seorang manusia. sudah maklum adanya bahawa sebaik-baik makhluk / ciptaan yang pernah dicipta oleh Tuhan di alam semesta ini adalah manusia dengan kelebihan aqal mereka, sementara makhluk hanyalah hayawan dan planet-planet yang penuh rahsia.


Manusia Sempurna:

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh01TSwj4RkJytzh8mgBJysEK8XFjfIxMVImMIN0abWfudIRRq9VVC8mObmrUYcz6XgFyUcMIk54BYDcN3R3n4fJwVQz29JebWbZ2gRRSrJV2ic7LgSqmaK9zPvQg9YCzyGShc06_tbfHSD/s1600/kjccrd3x.jpg

2. kata Ahmad , jika kita cermati satu-persatu hurufnya maksud huruf-huruf itu akan mennggambarkan sosok orang yang sedang melakukan solat, tahukah kita bahawa solat merupakan sebaik-baik doa dan ibadah yang pernah diperintahkanNya.
 Ahmad Terpisah:https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiI2xlLvL-m_RPHSQF0lpusvkW89IpizCZ0unj_fEhryZIn9zlV99aMfSeFAc90mZnNsdetZD_n5FXNdSa5apZpP2FVwnj8kblAmCjC7vwfQ2KAeEE3uXph8GJ0ztH7POM0z15G3pij9g9g/s1600/tixruruj.jpg

3. Kata Muhammad jika digabungkan huruf-hurufnya maka akan berbentuk layaknya manusia yang sedang sujud dalam solat. dalam ritual solat Sujud merupakan inti dari semua rukun-rukunnya, kerana pada saat sujud manusia menundukkan 8 bahagian tubuhnya di bumi bukti kepasrahan total kepada sang pencipta. hmmm betapa rahsia Tuhan sangat menggetarkan hati, saya yakin masih banyak tersirat rahsia-rahaisa lain di sebalik sosok, nama dan semua yang berkaitan dengan sang kekasih sejati ' Habibullah: Muhammad '.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPRB1PxLx-heXm8eL-uz26dExilK3gT01t2F5zl3dSR7B6XpO6MHAYEmqGcuB8uuIwJuyjsZbuoNTCeEZJfSHspcsYCVxbBqdXf7Koj65WKHrdvweDmPLxsCZyJV7_GGqrwpiPkbFTtO7N/s1600/muhammad.jpg

Arti Setiap Huruf Nama Nabi Muhammad Saw

Imam An-Naisaburi pernah ditanya tentang nama Nabi Muhammad "Mengapa nama Nabi Muhammad terdiri dari empat huruf, yaitu Mim, Ha, Mim, Dal'? dan apa artinya ? Imam An-Naisaburi menjawab :

لأن إسم الله تعالى أربعة أحرف فجعل إسمه أربعة أحرف ليوافق اسم الله تعالى فى الشهادتين والأذان وغير ذلك وهو قوله تعالى (ورفعنا لك ذكرك) أي لا أذكر إلا وتذكر معي وأما معانيها فقال قوم إن معنى الميم محق الكفر بالاسلام وقيل محو السيئات من اتبعه وقيل من الله على المؤمنين بمحمد صلى الله عليه وسلم دليله قوله تعلى (لقد من الله على المؤمنين) وقيل منذر ومبشر وقيل مالك أمته وقيل المقام المحمود، وأما الحاء فقيل حكمه بين الخلق بحكم الله تعالى دليله قوله تعالى (فلا وربك لا يؤمنون حتى يحكموك فيما شجر بينهم) وقيل حياة أمته به. وأما الميم الثانية فمغفرة لأمته وقيل ملك أمته به. وأما الدال فهو الداعى الى الله قال الله تعالى (وداعيا إلى الله بإذنه) وقيل هو دليل الخلق فى الدنيا الى الحق وفى الآخرة دليلهم الى الجنة وأما الحكمة فى وضع الاحرف على هذا الترتيب قيل لأن الله تعالى خلق الخلق على صورة محمد صلى الله عليه وسلم فالميم بصورة رأس الانسان والحاء بمنزلة اليدين وباطن الحاء كالبطن وظهرها كالظهر والميم الثانية مجمع الآليتين والمخرج وطرف الدال كالرجلين وفى إسمه عشر حصائص الأولى إضافة الله تعالى اسمه الى نفسه. الثانية تخليقه الخلق على صورة اسمه الثالثة قرن اسمه مع اسمه الرابعة كتب اسمه على ساق العرش ويروى أن الله تعالى لما خلق العرش اضطرب فلما كتب عليه اسم محمد صلى الله عليه وسلم سكن الخامسة اشتقاق اسمه من اسمه المحمود  

Imam An-Naisaburi mengatakan karena asma Allah Swt terdiri dari empat huruf. Dia jadikan namanya empat huruf supaya bertepatan dengan nama Allah Swt. Allah Swt menyandingkan nama Nabi Muhammad Saw dengan nama-Nya dalam dua kalimat syahadat dan azan, serta lainnya. Itu adalah firman Allah Swt:

ورفعنا لك ذكرك

Yakni Aku tidak disebut kecuali engkau disebut bersama-Ku. 

Arti setiap huruf 
Adapun arti-artinya, segolongan ulama mengatakan sesungguhnya arti Mim ialah Mahqul kufri bil Islam (menghapus kufur dengan Islam), Ada yang mengatakan Mahwu as-sayyi'at mimman ittaba'ahu (Menghapus dosa-dosa dari pengikutnya) ada yang mengatakan Mannullahi 'alal mu'minin bi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam (Karunia Allah kepada orang-orang beriman dengan adanya Nabi Muhammad Saw). Dalilnya adalah firman Allah swt :

لقد من الله على المؤمنين

Sesungguhnya Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman (Ali Imran : 164). 
Ada yang mengatakan Mundzirun wa mubassyir (Pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira). Ada yang mengatakan Maliku ummatihi (raja umatnya). ada yang mengatakan Al-Maqam al-Mahmud (kedudukan terpuji). 
Adapun huruf Ha' ada yang mengatakan Hukmuhu bainal khalqi bi hukmihi Ta'ala (keputusan perkara olehnya di antara manusia dengan hukum Allah Ta'ala). Dalilnya ialah firman Allah :

فلا وربك لا يؤمنون حتى يحكموك فيما شجر بينهم

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan). (An-Nisaa : 65) 
Ada juga yang mengatakan Hayaatu ummatihi bihi (kehidupan umatnya tergantung padanya).
Adapun huruf Mim yang kedua ialah Maghfiratun li ummatihi (ampunan bagi ummatnya). Ada yang mengatakan Mulku ummatihi bihi (kerajaan umatnya dengan pimpinannya). 
Adapun huruf Dal ialah Ad-Da'iy ilallah (penyeru kepada Allah). Allah Swt berfirman :

وداعيا إلى الله بإذنه

Dan untuk menjadi penyeru kepada Allah dengan izin-Nya
Ada yang mengatakan ia adalah dalil (penunjuk) manusia di dunia kepada Al-Haq (Allah Swt) dan di akhirat dalil mereka masuk surga.
Hikmah penyusunan 
Hikmah dari penyusunan huruf-huruf menurut tertib ini ada yang mengatakan karena Allah Swt menciptakan manusia dalam bentuk kata Muhammad (menurut tulisan Arab). Mim seperti bentuk kepala manusia, Ha' seperti kedua tangan, bagian bawah Ha' seperti perut, dan punggungnya seperti punggung manusia dan Mim yang kedua seperti tempat pertemuan kedua paha dan jalan keluar, sedangkan Dal seperti kedua kaki. 
Keistimewaan nama Nabi Muhammad 
Dalam nama Nabi Muhammad terdapat beberapa keistimewaan.
Pertama, Allah menggabungkan nama-Nya dengan nama Nabi Muhammad
Kedua, penciptaan manusia oleh Allah dengan bentuk nama Nabi Muhammad
Ketiga, Allah menyandingkan nama-Nya dengan nama Nabi Muhammad
Keempat, penulisan namanya di Arsy. Diriwayatkan bahwa ketika Allah menciptakan Arsy, ia berguncang. Ketika Allah menulis nama Muhammad Saw diatasnya ia menjadi tenang.
Kelima, pengambilan nama Nabi dari nama-Nya Al-Mahmud (Yang Terpuji). 
Ini adalah suatu hikmah yang bisa diungkap oleh para ulama yang intinya adalah mengungkap keagungan dan keistiumewaan Nabi Muhammad Saw. Walaupun masih banyak sekali hikmah yang masih belum bisa diungkap oleh para ulama.

وظهر عند ولادته

memulyakan kedudukannya.

عَطِّرِ اللَّهُمَّ قَبْرَهُ الْكَرِيْمَ * بِعَرْفٍ شَذِيٍّ مِنْ َصَلَاةٍ وَتَسْلِيْمٍ
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

Rincian :

وظهر عند ولادته خوارق وغرائب غيبية
Di saat kelahiran Nabi SAW terjadi banyak keanehan gaib,

 إرهاصا لنبوته وإعلاما بأنه مختار الله تعالي ومجتباه
sebagai dasar nubuwahnya dan agar di ketahui bahwa beliau adalah orang yang di pilih oleh-Nya.

وزيدت السماء حفظا وردّ عنها المردة وذوو النفوس الشيطانية 
Langit di tambah penjagaan-nya dan setan- setan yang nakal di tolak dari langit.

ورجمت رجوم النيرات كل رجيم في حال مرقاه
Dan setiap setan yang ingin naik ke langit di hantam.

وتدلت إليه صلي الله عليه وسلم الأنجم الزهرية 
Bintang- bintang yang berkilau mendekat pada beliau


واستنارت بنورها وهاد الحرم ورباه
dan menyebabkan dataran tinggi dan rendahnya tanah Harom menjadi bersinar.
 
وخرج معه نور أضاءت له قصور الشام القيصرية
Bersamaan dengan kelahiran beliau, muncul cahaya yang sinarnya sampai menerangi gedung- gedung Kaesar yang berada di Syam.

  فرأها من ببطاح مكة داره ومغناه
Dan setiap orang yang berada di Makkah bias melihat cahaya ini.


وانصدع الإيوان بالمدائن الكسروية
Pagar yang ada di kota Kisro ( Iran ) saat itu pecah,

الذي رفع أنوشروان سمكه وسواه 
padahal telah di bangun dengan megah oleh raja Anu Syarwan.

وسقط أربع عشرة من شرفاته العلوية
Bahkan menaranya yang berjumlah empat belas ikut terjatuh.

وكسر ملك كسري لهول ما أصابه وعراه
Kerajaan Kisro ( Faris ) hancur ( saat itu ), oleh saking dahsyatnya kelahiran Nabi SAW.

وخمدت النيران المعبودة بالممالك الفارسية
Api yang di sembah di kerajan Persia menjadi padam oleh sebab terbitnya

 لطلوع بدره المنير وإشراق محياه
Karena terbit Sang Purnama yang menerangi dan bersinar wajahnya Nabi.

وغاضت بحيرة ساوه وكان بين همذان وقمّ من البلاد العجمية 
Dan kering Danau Sawah yang terletak di antara Hamadzan dan Qumm di negeri ‘ajam ( luar arab )

 وجفّت اذ كف واكف موجها الثجاج ينابيع هاتيك المياه
tetes ombah deras keadaan air menjadi kering dan sumber- sumbernya menjadi mati  
Dan kekeringnya mencegah tetesnya ombak yang deras yang terjadi pada sumber keadaan airnya
 
 وفاض وادي سماوة وهي مفازة في فلاة وبرية 
dan Mengalirlah.Lembah Samawah yaitu Lautan yang terletak di antara daratan dan padang belantara.

لم يكن بها قبل ماء ينقع للظمئان اللهاة
Yang sama sekali tidak ada sebelumnya air untuk orang yang dahaga, menjadi penuh.

وكان مولده صلي الله عليه وسلم بالموضع المعروف بالعراص المكية
Beliau SAW di lahirkan di tanah Makkah,

والبلد الذي لايعضد شجره ولا يختلي خلاه
yaitu negeri yang tidak boleh di petik pepohonan- nya.

واختلف في عام ولادته وفي شهرها وفي يومها علي أقوال للعلماء مروية
Sedangkan mengenai tahun, bulan, dan hari kelahiran- nya, banyak beda pendapat dari para ‘Ulama.

والراجح أنها قبيل فجر يوم الإثنين ثاني عشر شهر ربيع الاول من عام الفيل الذي صدَّه الله عن الحرم وحماه
Namun qoul yang paling unggul mengatakan bahwa Beliau lahir di saat fajar hampir terbit di hari Senin tanggal dua belas bulan Robi’ul Awwal dari tahun Gajah yang mana telah di halau oleh Alloh SWT dari memasuki tanah Haram.

وَبَرَزَ صَلَّي الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Wabaraza :

عطر اللهم قبره الكريم * بعرف شذيّ من صلاة وتسليم
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ

Rincian makna :

وَبَرَزَ صَلَّي الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاضِعًا يَدَيْهِ عَلَي الْاَرْضِ رَافِعًا رَأْسَهُ إِلَي السَّمَاءِ الْعَلِيَّةْ
Dana Nabi SAW terlahir dalam keadaan meletakkan kedua tangannya di atas tanah, mengangkat kepalanya ke langit yang tinggi.
مُوْمِيًا بِذَلِكَ الرَّفْعِ اِلَي سُوْدَدِهِ وَعُلَاهْ
Dengat isyarat ( pratanda )ketinggian beliau di atas segala mahluk. Oleh sebab beliau adalah orang yang di kasihi yang amat baik perangai dan budinya.

وَدَعَتْ أُمُّهُ عَبْدَ الْمُطَّلِبِ وَهُوَ يَطُوْفُ بِهَاتِيْكَ الْبَنِيَّةْ
( Saat itu ) ibunya memanggil S. ‘Abdil Muttholib yang sedang bertawaf di bangunan itu
( Ka’bah ).

فَأَقْبَلَ مُسْرِعًا وَنَظَرَ إِلَيْهِ وَبَلَغَ مِنَ السُّرُوْرِ مُنَاهْ
Lalu bergegas kemabli dan melihatnya dan beliau sampai di ujung kegembiraan.

وَأَدْخَلَهُ الْكَعْبَةَ الْغَرَّاءَ وَقَامَ يَدْعُوْ بِخُلُوْصِ النِّيَّةْ 
Lalu beliau membawanya masuk di dalam Ka’bah yang cerah dan berdoa dengan ketulusan hati.

وَيَشْكُرُ اللهَ تَعَالَي عَلَي مَا مَنَّ بِهِ عَلَيْهِ وَأَعْطَاهْ
Beliau bersyukur pada Alloh SWT atas pemberian ini.

وَوُلِدَ صَلَّي الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَظِيْفًا مَخْتُوْنًا مَقْطُوْعَ السُّرِّ بِيَدِ الْقُدْرَةِ الْإِلَهِيَّةْ 
Beliau SAW di lahirkan dalam keadaan bersih dan sudah bersunat dengan kekuasaan Tuhan,

طَيِّبًا دَهِيْنًا مَكْحُوْلَةً بِكُحْلِ الْعِنَايَةِ عَيْنَاهْ  
Harum, berminyak, dan bercelak kedua matanya dengan celak hasil perhatian Tuhan.

وَقِيْلَ خَتَنَهُ جَدُّهُ بَعْدَ سَبْعِ لَياَلٍ سَوِيَّةْ
Namun ada yang mengatakan bahwa beliau di sunat oleh neneknya setelah berumur genap tujuh hari.

وَأَوْلَمَ وَأَطْعَمَ وَسَمَّاهُ مُحَمَّدًا وَأَكْرَمَ مَثْوَاهْ 
Lalu beliau mengadakan walimah dan memberinya nama Muhammad SAW, dan memulyakan kedudukannya.